Asset-6@4x (1).webp
Asset-5@4x (1).webp
Banner-PP-Tunas-3.jpg (1).webp
Asset-3@4x-1 (1).webp

Cerdas di Dunia Maya, Bijak di Dunia Nyata

Tunas Digital hadir sebagai pusat pengetahuan dan gerakan bersama, membimbing anak Indonesia tumbuh cerdas, bijak, dan tangguh di ruang digital lewat panduan, kampanye, dan kolaborasi.

Proteksi Digital Sesuai Tahapan Anak

Setiap usia memiliki kebutuhan yang berbeda. Kenali tahap perkembangan anak untuk memberi mereka bekal sebelum masuk dunia digital, sehingga perlindungan yang diberikan tepat dan sesu

Pelajari Tahapan Usia
3 - 6 Tahun

Penuh Imajinasi, Rentang Terpengaruh

Belum mampu menyaring informasi, butuh pengawasan ketat

7 - 12 Tahun

Mulai Logis, Masih Perlu Bimbingan

Belum bisa menilai dampak jangka panjang digital

13 - 15 Tahun

Berpikir Abstrak, Emosi Belum Stabil

Mulai abstrak, rentan impulsif dan membutuhkan literasi digital

16 - 17 Tahun

Sudut Pandang Luas, Tantangan Emosional

Mempu menimbang, tapi masih impulsif dan rentan dengan tekanan sosial

Peran orang tua sebagai pengasuh utama adalah benteng pertama perlindungan anak. Namun, banyak orang tua masih belum memahami cara aman menggunakan perangkat digital dan lemah dalam mengawasi aktifitas daring anak-anaknya.

UNICEF,

2023

Gunakan teknologi digital itu untuk tujuan-tujuan yang baik, gunakan untuk belajar, gunakan untuk menambah ilmu pengetahuan, gunakan untuk menambah sahabat.

Abdul Mu'ti,

Menteri Pendidikan Dasar dan Mengengah

Anak-anak kini tumbuh di ruang digital yang tidak selalu aman. Perlindungan mereka butuh kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, platform digital, hingga orang tua di rumah.

Meutya Hafid,

Menteri Komunikasi dan Digital RI

perang_orang_tua.png

Dampingi Anak Tumbuh Aman #Berdigital

Orang tua adalah benteng pertama. Dukung anak agar ruang digital jadi tempat belajar, bukan bahaya.
Pelajari Peran Orang Tua

Anak bisa belajar dari penyedia layanan berbasis video, suara, atau aplikasi belajar, bermain game, ngobrol dengan teman lewat chat, atau bahkan ikut tren media sosial.

Ruang digital bisa menjadi sumber ilmu dan kreativitas, namun juga punya risiko kalau tidak terkontrol, adanya paparan konten berbahaya, konten kurang pantas yang belum sesuai usianya, perundungan, eksploitasi daring, hingga risiko kecanduan algoritma menjadi risiko nyata yang dihadapi anak.

Balita – TKPerlu pendampingan penuh dan mengutamakan kegiatan tanpa layar
SDMulai belajar tanggung jawab, dan mengutamakan kegiatan tanpa layar, bila anak memang ingin menggunakan gawai, perlu didampingi orang tua secara penuh.
SMP – SMALebih mandiri, tapi rentan terpengaruh tren media sosial, tetap butuh diskusi terbuka dengan orang tua/pendamping.

Sekolah dalam Perlindungan Anak di Ruang Digital

Sekolah berperan penting membentuk anak siap bertumbuh di ruang digital. Melalui keseimbangan teknologi, keselamatan online, kebersamaan, dan kebiasaan sehat, ekosistem belajar jadi aman dan berpihak pada anak.
Pelajari Peran Sekolah
path365.png

Komunitas yang Bergerak Bersama

Perlindungan anak butuh gerakan bersama. Kenali, dukung, dan terlibat dalam komunitas yang bergerak nyata untuk ruang digital yang aman dan positif baik secara daring maupun luring.

Pelajari Gerakan Mereka
Asset-2-2.png

Kumpul Rangkul (Keluarga Kita)

Berbagi cerita, praktik baik, dan saling merangkul untuk pola asuh positif. Ikuti kegiatannya, tumbuhkan anak dengan cinta dan rasa aman!
Kunjungi Komunitas Ini
Asset-3-3.png

Kampung Lali Gadget

Lepas dari layar, kembali ceria! Temukan solusi seru atasi kecanduan gawai di Kampung Lali Gadget. Yuk, bermain bersama dengan riang gembira!
Kunjungi Komunitas Ini
Asset-4-2.png

#JagaBareng bersama UNICEF Indonesia

Jaga dirimu, jaga sesama! Bergabunglah dalam kampanye #JagaBareng untuk wujudkan ruang digital aman dari kekerasan dan eksploitasi anak.
Kunjungi Komunitas Ini

Cerita Tunas

Ruang bacaan bermakna seputar pengasuhan digital, kecerdasan media, dan pendampingan anak, sambil belajar dari kisah nyata, riset, dan pengalaman agar orang tua tak merasa sendiri.

Telusuri Ceritanya
Asset-9-4.png

Digital Parenting 101

Telusuri Artikelnya
Asset-27.png

Kan Remaja Udah Jago Internetan, Emang Masih Perlu Diawasi?

Telusiri Artikelnya
Asset-28.png

Anak Pakai Gawai, Tapi Tertib Apakah Sebuah Hal yang Mustahil?

Telusuri Artikelnya

Pustaka Tunas

Temukan panduan, regulasi, infografik, serta materi kampanye seputar perlindungan anak di ruang digital.

Selengkapnya

Mitra Tunas

Microsite ini merupakan kolaborasi multipihak antara berbagai organisasi yang memiliki komitmen terhadap pelindungan anak di ruang digital, untuk memperluas jangkauan dan dampak bagi masa depan yang lebih baik bagi setiap anak.

Selengkapnya
PUSTAKA
Child Fund
Plan International
Keluarga Kita
Save The Children
Unicef
Pusat Studi

Kontak Aduan

Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami kasus kekerasan atau menemukan hal berbahaya di dunia digital, berikut beberapa saluran resmi yang bisa dihubungi:

Hotline SAPA 129 (Kemen PPPA)

Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami kasus kekerasan atau menemukan hal berbahaya di dunia digital, berikut beberapa saluran resmi yang bisa dihubungi:

Aduan Konten Negatif (Komdigi)

Email: aduankonten@komdigi.go.id
Situs: aduankonten.id

Polri

Pengaduan kejahatan siber : https://patrolisiber.id/submit-report/

Transaksi Finansial Mencurigakan

Laporan ke BI Bicara 131 atau email ke bicara@bi.go.id

UPTD PPA Provinsi & Kota/Kabupaten

Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak di wilayah setempat

Komisi Nasional Disabilitas

Kontak: 143 - 0811 388 8143 (Dita)